Mandiri – Terhormat – Bermakna

Berwisata Ke Pulau Bidadari

Berwisata Ke Pulau Bidadari

Tanggal 17 juni 2011, rombongan dari Wulan Bandung, Wulan Sukabumi, dan Wulan Jakarta berwisata ke Pulau Bidadari. Rombongan berangkat menggunakan 2 bus langsung menuju Dermaga 17 di Marina Ancol, dan menempuh waktu selama 20 menit menuju Pulau Bidadari yang berjarak 15 km dengan menggunakan kapal motor. Seluruh peserta antusias ingin segera menghilangkan kepenatan, kesumpekan dan keriuhan kota untuk menghirup udara laut dengan desir anginnya.

Setibanya di penginapan, para peserta dan panitia menunggu pembagian kamar dan menanti waktunya makan siang. Beberapa peserta sudah membuka-buka tutup hidangan  diatas meja, ingin tahu makanan yang disiapkan apa sih?

Pembagian kamar ternyata masih harus disesuaikan dengan kebiasaan dan suasana tidur, misalkan ada yang mendapat kamar didarat bernama kamar Bangau, Camar, Gabus, Cendro, Baronang dan ada pula yang kebagian Floating Cottage, terletak diatas laut ditemani bunyi deburan ombak sepanjang waktu. Rupanya ada yang tidak tahan danmeminta pindah ke kamar darat, meski sebetulnya kamar diatas laut tidak kalah menariknya, dapat menikmati pemandangan lautan lepas, dan dimalam hari bisa melihat nun jauh gedung-gedung di kota Jakarta yang tetap nampak gemerlap.

Sehabis makan siang Ibu Hana mengajak para peserta berkunjung ke benteng Martello yang berarti benteng Keberuntungan. Pada waktu ditemukan hanya terlihat pohon-pohon besar tumbuh diatas puing. Penggalian diprakarsai oleh Dinas Museum dan Sejaran DKI Jakarta.

Setelah lelah berjalan dan akibat kepenatan perjalanan sepanjang hari sejak subuh, para peserta istirahat untuk mempersiapkan energi baru menghadapi acara malam, dengan menu nasi sertalauk pauknya ikan laut, yang kabarnya selalu dikirim oleh para nelayan sekitar pulau. Dalam acara ini Ibu Teko membagikan lembar kertas berisi teks lagu-lagu. Kemudian dilanjutkan acara bedah album CD kumpulanartikel perjalanan “Jelajah Konstruksi” yang dilakukan oleh Wulan senior Bapak Brur Kusuma. Acara bertambah seru dengan hadirnya jagung bakar dan sosis panggang sebagai pengiring acara entertainment.

Pagi harinya, 18 Juni 2011 pukul 05.30, matahari sudah menampakkan diri di atas cakrawala dan beberapa Wulan sudah siap untuk berolahraga pagi. Senam pagi bersama Ibu Hana dan grup Chi Kung bersama Bapak Januar yang sudah mempersiapkan laptop yang berisi lagunya.

Makan pagi di cafe menjadi ajang sosialisasi dan ngobrol bareng peserta dari cabang lain untuk menambah teman-teman baru. Beberapa peserta ada yang naik perahu mengelilingi pulau dengan biaya Rp. 50.000,- perorang, berkunjung ke Pulau Kelor, pulau Cipir, dan pulau Onrust yang dikenal sebagai camp militer dalam penyerangan Jayakarta tahun 1619.

Pukul 12.00 WIB, peserta meninggalkan pulau Bidadari karena kapal motor sudah menjemput. Sesampainya di dermaga rombongan pun berpisa, rombongan Bandung masih ingin meneruskan perjalanan ke Mangga Dua untuk shopping dan pukul 15.00 WIB rombongan kembali ke Bandung. []

Sumber : Majalah Wulan, Edisi ke-86, Agustus 2011

Leave a Comment