7 Langkah Dharma Wulan (lanjutan)
Vision without action is a day dream, action without vision is a nightmare (visi tanpa aksi adalah mimpi di siang belong, aksi tanpa visi adalah mimpi buruk). Dharma Wulan mempunyai visi dan misi (visi/pandangan dan tujuan) yang sudah cukup jelas, tetapi harums diakui bahwa masih ada kekurangannya, yaitu aksi atau tindakan. Dan tindakan itu sekarang ini sangat penting untuk sesegera mungkin dilakukan. Lalu apa saja tindakan yang juga merupakan ajakan itu?
- Mari menjadi lebih sehat, dengan menerapkan Pola Hidup Sehat (pendekatannya preventif, dan self healing)
- Pola Makan sehat : nabati, alami, organik, segar tanpa dimasak (sayur. buah, kacang, biji), dengan mengandalkan juice sayur 1 kali, juice wortel 1 kali dalam sehari.
- Olahraga teratur setiap hari.
- Istirahat yang cukup
- Kejiwaan yang harmonis, bersyukur, mampu atasi stress
- Akupunktur
- Meditasi
- Hal-hal baik lainnya.
- Mari menjadi lebih aktif dan produktif.
- Jangan pernah menganggur. Lakukan segala sesuatu yang baik, bagi keluarga, tetangga,masyarakat dan bangsa
- Berserikatlah (bergabunglah dengan suatu organisasi kemasyarakatan) karena itu adalah hak asasi. Beraktivitaslah dalampekerjaan-pekerjaan sosial, kemanusiaan dan keagamaan
- Kembangkan hobi.
- Bekerjalah untuk meningkatkan penghasilan.
- Bekerjalah sebagai sukarelawan.
- Belajarlah terus tanpa henti (mengikuti seminar, pameran, membaca, menulis, dll)
- Mari menjadi lebih sejahtera
- Belajarlah mengelola uang, sebaik mungkin,pruden dengan hasil lumayan baik.
- Investasi yang baik selama ini adalah properti (rumah sendiri, rumah kedua, properti komersial, dll.), emas, saham, reksa dana.
- Kita harus punya pedoman bahwa menjadi tua OK saja, tetapi menjadi miskin no way!
- Mari menjadi lebih mandiri
- Mengelola kehidupan yang mandiri selama mungkin
- Mengelola kehidupan, keuangan, kehidupan seksual, sebaik mungkin
- Harta kekayaan adalah untuk berdua dengan pasangan (istri/suami), bukan untuk anak-anak yang telah dewasa, bekerja dan berumah tangga sendiri – yang dahulu sudah kita rawat, didik, sekolahkan dan arahkan. Nanti kalau sudah meninggal dunia, dan ada sisa, itulah milik anak-anak. Now is our turn, giliran kita dengan pasangan untuk menggunakannya.
- Mari menjadikan keluarga lebih harmonis, sehingga hidup menjadi indah.
- Mulailah menjadi pasangan yang harmonis dan menjadi teladan, berwisatalah, pasangan kita makin tua makin menarik,
- Membina keluarga besar, dengan anak-menantu-cucu. Jangan intervensi, tetapi jugatidak masa bodoh.
- Keluarga dan keluarga besar adalah landasanyang terpenting dalam kehidupan
- Kita perlu lebih sering berada di sekitarorang-orang yang kita kasihi.
- Jangan memanjakan anak, menantu dan cucu.
- Mari menjadi lebih terhormat
- Dalam keluarga dan keluarga besar, perlusopan santun, penuh perhatian, menunjukkan kita pantas diteladani.
- Tetangga perlu menjadi andalan untuk saling berbagi dan memelihara
- Berperan dalam kehidupan masyarakat sekitar, saling membantu, sesuai peran dan kemampuan masing-masing
- Berperan dalam kehidupan bangsa dan negara.
- Kita dihormati karena pantas untuk dihormati,tidak hanya karena usia kita saja.
- Mari menjadi lebih bermakna. Kita harus berbagi apa saja yang kita miliki: waktu, pengalaman, keterampilan, kesanggupanbekerja, bersungguh-sungguh, dana, dan lain-lain, untuk memberdayakan oranglain, menyantuni orang lain, sehingga hidup menjadi bermakna, tidak sia-sia.
Tolok ukur keberhasilan
Peranan Dharma Wulan dalam memperjuangkan hak-hak warga usia lanjut, mungkin saja dianggap kecil dan tidak nampak. Hal itu terutama apabila Dharma Wulan sebagai organisasi tidak bertindak atau tidak melaksanakan visi yang diembannya. Namun apabila Dharma Wulan mengambil kesempatan yang ada sekarang ini untuk berperan serta, maka semua anggotanya boleh berbangga.
Berikut ini merupakan tolok ukur keberhasilan upaya-upaya perjuangan hak-hak usia lanjut:
- Makin bertambahnya orang yang mcnikmati hidup berkualitas, dengan makin bertambahnya usia.
- Bertambahnya orang-orang menua, yang tetap aktifberpartisipasidalamsemuaaspekkehidupan: ekonomi, sosial, spiritual, yang bermanfaat untuk banyak orang.
- Makin bertambahnya kerriampuan untuk mengelola keuangan sebaik mungkin, yaitu prudent dengan hasil cukup baik.
- Orang makin sehat, memahami bagaimana hidup sehat. Berkurangnya kematian dini pada usia produktif.
- Berkurangnya dis-abilitas karena makin panjangnya usia harapan hidup.
- Makin bertumbuhnya upaya-upaya penccgahan (preventif) penyakit sedini mungkin.
- Berkurangnya biaya untuk pcngobatan dan perawatan kesehatan.
- Makin banyak orang tua yang mampu hidup mandiri, selama mungkin.
- Orang-orang tua hidup tcrhormat selama mungkin.
- Orang-orang tua yang hidupnya makin bermakna, makin bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang lain.
Perlu ditekankan di sini bahwa Paguyuban Dharma Wulan merupakan organisasi yang dibentuk untuk mereka yang masih produktif {bukan untuk orang yang sudah jompo, pikun), yang juga harus mandiri, tidak menggantungkan diri pada subsidi pemerintah.
Akhirnya, hidup di usia lanjut harus terhormat, baru kita akan dihormati. Dan menjalani hidup di usia lanjut bukan menjalani sisa-sisa kehidupan, kita harus menjadikan masa itu sebagai masa yang paling indah, yang paling bermanfaat bagi banyak orang. Semoga Tuhan memberkati kita semua sehingga kita dapat berperan lebih nyata untuk sesama dan kehidupan bersama.
Catatan redaksi: Tulisan ini diolah dari presentasi “Kesiapan Organisasi Dharma Wulan untuk Menggerakkan Cita-cita dan Tujuan Perjuangan serta Aplikasi Visi-Misi Dharma Wulan” yang diberikan oleh Drs Titus K Kurniadi pada tanggal 4 November 2011, dalam Penyegaran Visi Misi Dharma Wulan di SLDC, Sentul. Majalah WULAN menghidangkannya dengan harapan agar para anggota yang tidak sempat hadir pun mendapatkan bahan untuk dipelajari.


bira kaunrg paham benar tapi tak ada salahnya saya datang ke sini untuk lihat lihat artikel anda. Thanks. Infonya lengkap banget