<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dharmawulan.or.id</title>
	<atom:link href="http://dharmawulan.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dharmawulan.or.id</link>
	<description>Mandiri - Terhormat - Bermakna</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 04:51:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>TULANG KUAT, PENUNJANG AKTI VITAS</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/05/tulang-kuat-penunjang-akti-vitas/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/05/tulang-kuat-penunjang-akti-vitas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 04:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Hal ini yang membuat Griya Dharma , Wulan SentuI pada  1 Februari lalu dipenuhi oleh sekitar 100 orang anggotanya. Berbagai kegiatan ditakukan dalam kesempatan ini. Selain pertunjukan Barongsai, seminar kesehatan, acara yang berlangsung dari pukul 10 pagi sampai dengan pukul 2 siang ini adalah pemeriksaan kepadatan lulang yang dilakukan oleh tim CDR Fortos dari Bayer. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal ini yang membuat Griya Dharma , Wulan SentuI pada  1 Februari lalu dipenuhi oleh sekitar 100 orang anggotanya. Berbagai kegiatan ditakukan dalam kesempatan ini.</p>
<p>Selain pertunjukan Barongsai, seminar kesehatan, acara yang berlangsung dari pukul 10 pagi sampai dengan pukul 2 siang ini adalah pemeriksaan kepadatan lulang yang dilakukan oleh tim CDR Fortos dari Bayer. Kegiatan cek tulang ini disikapi antusias oleh 66 orang anggota Wulan yang hadir.</p>
<p>Hasil cek tulang mengatakan bahwa 15% menderita Osteoporosis, sementara 60% dari peserta telah memasuki keadaan Osteopenia dan hanya 25% yang masih memiliki kepadatan tulang normal. Terbukti bahwa wanita sangat rentan terhadap Osteoporosis, dimana 74% dari penderitanya adalah wanita.</p>
<p>Osteoporosis adalah keadaan dimana kepadatan tulang telah menurun. Hal ini menyebabkan tulang menjadi rapuh, lebih sensitif dan mudah mengalami fraktur (patang tuiang) terutama pada tulang-tulang punggung, paha, pinggul dan lengan. Osteoporosts dikenal dengan jutukan &#8220;Silent Disease&#8221; karena tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas atau khusus sampai seseorang mengalami patah tulang. Ada beberapa faktor penyebab resiko Osteoporosis; umur, jenis kelamin, genetis (orang Asia dan Kaukasia lebih mudah terkena pengeroposan tufang), ukuran tubuh (postur kurus memiliki resiko lebih besar), gaya hidup (merokok, mengkonsumsi alkohol), kurang aktiftas tubuh yang memberi tekanan pada tulang dan kekurangan asupan nutrisi terutama katsium.</p>
<p>Apakah mungkin mencegah Osteoporosis? Bisa, dengan memperbaiki gaya hidup, berolah raga teratur seperti jogging dan berenang, serta biasakan untuk mengkonsumsi kalsium setiaphari. Kebutuhan kalsium orang yang berusia di atas 50 tahun adalah 1200 mg/hari. Jika asupan kalsium dalam makanan kurang, konsumsi suplemen kalsium misalnya CDR Fortos yang mengandung 600 mg kaisium dan 400 lU vitamin D yang dapat dtserap tubuh secara optimal.</p>
<blockquote><p>Usia bukanlahhambatan untuk melakukanberagam kegiatan.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/05/tulang-kuat-penunjang-akti-vitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program WULAN Tour de Java 2012</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/05/program-wulan-tour-de-java-2012/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/05/program-wulan-tour-de-java-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 09:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[WULAN Tour de Java 2012 atau yang ke-5 kali ini akan berkeliling di wilayah Jawa Timur. Berwisata  dengan   menyetir  sendiri   mobil yang dinaiki, memang mengasyikkan, sebab hal ini seperti menguji lagi kemampuan mengendarai mobil di usia lanjut. Berikut program yang telah dirancang panitia: Sabtu,30 Juni 2012 Semua peserta dimohon sudah berada di Surabayadan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WULAN Tour de Java 2012 atau yang ke-5 kali ini akan berkeliling di wilayah Jawa Timur. Berwisata  dengan   menyetir  sendiri   mobil yang dinaiki, memang mengasyikkan, sebab hal ini seperti menguji lagi kemampuan mengendarai mobil di usia lanjut. Berikut program yang telah dirancang panitia:</p>
<p><strong>Sabtu,30 Juni 2012</strong></p>
<p>Semua peserta dimohon sudah berada di Surabayadan berkumpul di acara makan malam di hotel Novotel Surabaya pukul 19.00. Setelah makanmalam berkunjung dan menyeberangi jembatan SURAMADU. Peserta bermalam di hotel Novotel Surabaya.</p>
<p><strong>Minggu, 1 Jull 2012</strong></p>
<p><strong>D1</strong>. Makan pagi di hotel. Pukul 08.00 memulai perjalanan WTJ 2012 dari halaman hotel Novotel. Peserta yang masih ingin melihat jembatan SURAMADU di waktu siang silakan. Sedangkan peserta yang ingin langsung menuju BROMO, dipersilakan melalui rule Surabaya-Porong-Lapindo-Gempol-Pasuruan-Nguling/Tongas-Sukapura-Ngadisari. Makan siang disiapkan dan diatur oleh masing-masing peserta (personal account). Sore hari tiba di LAVA VIEW LODGE Ngadisari, tempat makan malam dan menginap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Senin, 2 Juli 2012</strong></p>
<p><strong>D2</strong>. Peserta yang berminat untuk melihat matahari terbit di Gunung Penanjakan (optional tour, mulai pukul 04.00), akan dibantu panitia untuk mencari kendaraan sewaan jeep 4WD. Jika dikehendaki, bisa berkuda ke kawah Bromo (05.00 &#8211; 07.00). Setelah makan pagi di hotel, pukul 08.00, perjalanan diteruskan menuju KALIBARU, melalui Ngadisari-Tongas-Probolinggo-Paiton-Pasir Putih- Situbondo-Asem Bagus-Baluran-Ketapang-Banyuwangi-Genteng-Glenmore. Makan siang disiapkan panitia di Resto Melaties &#8211; Ketapang. Sore hari tiba di Margo Utomo Resort, Kalibaru, untuk makan malam dan menginap.</p>
<p><strong>Selasa,3 Juli 2012</strong></p>
<p><strong>D3</strong>. Makan pagi di hotel. Pukul 08,00 berjalan kaki menuju stasiun Kalibaru (di depan hotel) dan mengikuti LORI Tour menyusuri jalan kereta api dari Kalibaru ke Garahan. Perjalanan ini akan melewati jembatan dan terowongan KA terpanjang di pulau Jawa. Lalu makan siang di hotel.</p>
<p>Setelah makan siang acara bebas. Sampai sore para peserta bcbas memilih acara: (1) melakukan perjalanan bermobil ke Panlai Grajagan, atau (2) mengikuti Plantation Tour (optional), atau bersantai di kolam renang Margo Utomo. Hari ini tetap makan malam dan bermalam di Margo Utomo Resort Hotel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Rabu, 4 Juli 2012</strong></p>
<p><strong>D4</strong>. Usai makan pagi di hotel, pukul 08.00 meneruskan perjalanan menuju BLITAR. Perjalanan cukup panjang ini menempuh route Kalibaru-Jember-Rambi Puji-Tanggul-Lumajang-Candi Puro-Prono Jiwo-Ampel Gading-Dampit-Turen-Gondang Lcgi-Kepanjen-Wlingi. Makan siang disiapkan panitia di Hesti&#8217;s House di Ampel Gading. Sore hari sampai di TUGU LESTARI HOTEL-BLITAR, tempat makan malam dan menginap.</p>
<p><strong>Kamis, 5 Juli 2012</strong></p>
<p><strong>D5</strong>. Setelah makan pagi di hotel, tepat pukul 08.00 peserta meluncur menuju kota Kediri, melalui Srengat dengan berkunjung lebih dahulu ke Makam Proklamator Bung Karno. Di Kediri mengunjungi Gereja dan Goa Maria di Poh Sarang. Makan siang di kota Kediri. Setelah makan siang menuju kawah Gunung Kelud yang merupakan highlight WTJ 2012, melalui Pesantren-Wates-Ngancar. Di sini menyaksikan fenomena alam, di mana anak Gunung Kelud bertumbuh dengan menenggelamkan danau kawah Kelud. Setelah puas menikmati alam sekitar Gunung Kelud, peserta mengakhiri WTJ 2012 menuju kota BATU, melalui route Kelud-Ploso Klaten-Pare-Kandangan-Ngantang. Sore hari sampai di hotel Purnama, Batu, untuk makan malam dan menginap.</p>
<p><strong>Jumat, 6 Juli 2012</strong></p>
<p>Setelah makan pagi di hotel, acara WTJ 2012 selesai. Hari ini peserta kembali ke kota domisili masing-masing. Panitia menyiapkan pelayanan antar dari hotel Pumama, Batu, menuju bandara Abdurachman Saleh bagi peserta yang akan pulang dengan pesawat terbang dari kota Malang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BIAYA</strong></p>
<p><strong>A. Biaya Pokok</strong></p>
<p><strong> </strong>Biaya Pokok per peserta jika membawa kendaraan sendiri @Rp 3.650.000,-/pax. Termasuk dalam biaya ini:</p>
<ol>
<li>Enam malam akomodasi di hotel, sesuai program, sckamar berdua. Bagi peserta yang menghendaki satu kamar sendiri, harus menambah biaya single-supple ment sebesar Rp 1.000.000,-</li>
<li>Lima kali makan pagi dan 6 kali makan malam di hotel, 4 kali makan siang.</li>
<li>Suramadu Night Sightseeing, 30 Juni 2012.</li>
<li>Sewa kuda dari Lava View Lodge ke Kawah Gunung Bromo.</li>
<li> Lori Tour di Kalibaru</li>
<li>Tiket masuk kunjungan ke Makam Bung Kamo di Blitar dan Kawah Gunung Kelud di Kediri.</li>
<li>Pelayanan-antar dari Batu ke Bandara Abdurachman Saleh Malang, jika peserta kembali ke Jakarta dengan pesawat terbang.</li>
</ol>
<p>B. Jika peserta menyewa kendaraan (rent-a car, self-drive) di Surabaya: Biaya pokok (Rp 3.650.000,-/pax) ditambah biaya sewa kendaraan AVANZA sebesar Rp 2.000.000,- per kendaraan untuk penggunaan selama 5 hari ditambah empty-run dari Batu ke Surabaya.</p>
<p>Contoh perhitungan untuk 2 orang peserta:</p>
<p>Biaya 2 x Rp 3.650.000   = Rp 7.300.000,-</p>
<p>Sewa Avan/a                         = Rp 2.000.000,-</p>
<p>Total biaya untuk 2 orang= Rp 9.300.000,-</p>
<p>Biaya per orang                    = Rp 4.650.000,-/pax.</p>
<p>C. Untuk peserta yang tidak membawa kendaraan sendiri dan ingin melakukan penerbangan dari Jakarta ke Surabaya dan dari Malang ke Jakarta, panitia dapat menyediakan air-ticket LION AIR dengan biaya sebesar Rp 1.250.000,- /pax. Catatan: Harga tersebut berlaku hanya bila reservasi dilakukan mulai tanggal 1 Maret hingga 31 April 2012. Untuk reservasi setelah tanggal 31 April 2012, para peserta dipersilakan melakukan pembukuan sendiri.</p>
<p>Segeralah mendaftar ke:</p>
<p>Sdri. Hesti</p>
<p>Sekretariat Yayasan Dharma Wulan,</p>
<p>Jl. Salemba Raya I No. 14A, Jakarta Pusal 10430.</p>
<p>Telp. 021-3162486.</p>
<p>Pendaftaran ditutup tanggal 1 Juni2012. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/05/program-wulan-tour-de-java-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yayasan Dharma Wulan dan Drs Titus K Kurniadi Menerima Penghargaan MURI</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/04/yayasan-dharma-wulan-dan-drs-titus-k-kurniadi-menerima-penghargaan-muri/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/04/yayasan-dharma-wulan-dan-drs-titus-k-kurniadi-menerima-penghargaan-muri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 08:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[MENERBITKAN majalah sejak 1996, memang bukan suatu prestasi yang luar biasa. Namun hal itu menjadi prestasi membanggakan ketika majalah yang dilerbitkan dan ditangani termasuk majalah yang langka. Kelangkaan itu dapat dilihat dari mated khusus dan khalayak pembacanya yang dipandang tidak mudah menyerap bacaan yang diterbitkan. Majalah yang dimaksud, di Indonesia, biasanya terbit tersendat-sendat, hanya terbit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENERBITKAN majalah sejak 1996, memang bukan suatu prestasi yang luar biasa. Namun hal itu menjadi prestasi membanggakan ketika majalah yang dilerbitkan dan ditangani termasuk majalah yang langka. Kelangkaan itu dapat dilihat dari mated khusus dan khalayak pembacanya yang dipandang tidak mudah menyerap bacaan yang diterbitkan. Majalah yang dimaksud, di Indonesia, biasanya terbit tersendat-sendat, hanya terbit kalau dirasa harus terbit, tidak terus-tnenerus.</p>
<p>Majalah WULAN merupakan salah satu majalah yang langka itu, karena materi khusus yang disajikan untuk kalangan usia lanjut yang juga cocok untuk mereka yang telah berusia lima puluh tahun. Majalah ini terbit rutin dua bulan sekali, terutama sejak 1999. Dihitung sejak edisi perdana, Agustus 1996, pada bulan April 2012 ini majalah WULAN telah mencapai 90 edisi. Dan menerbitkan majalah ini tentu memerlukan dana tidak kecil. Oleh karena itu meski banyak keterbatasan, Yayasan Dharma Wulan yang menanggung segala biaya operasional pengelolaan dan penerbitannya, sungguh harus diberi penghargaan. Lebih-lebih karena diberikan gratis kepada pembaca, meskipun untuk mendapatkannya harus menghubungi Paguyuban Dharma Wulan cabang terdekat.</p>
<p>Majalah WULAN tidak semata-mata dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan organisasi yang didirikan (Paguyuban Dharma Wulan) dalam menjalankan visi-misinya, tetapi juga untuk penyebarluasan informasi mengenai berbagai masalah sekitar keusialanjutan di masyarakat. Artinya, Yayasan Dharma Wulan benar-benar bergerak untuk memperjuangkan orang-orang usia lanjut pada umumnya agar mencapai kehidupan yang mandiri, terhormat karena bermartabat, dan bermakna.</p>
<p>Lalu, siapakah pemrakarsa majalah WULAN? Pemrakarsa majalah WULAN atau seseorang yang berinisiatif dan mula-mula berupaya menerbitkan majalah WULAN, adalah tokoh yang hingga kini masih menjadi Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab Isi, Drs Titus K Kurniadi. Mendapatkan pemrakarsa yang mampu dan dengan suka rela, tanpa digaji, terus membina, mengarahkan bahkan ikut mengisi dengan tulisan-tulisan selama 15 tahun lebih, sebagaimana dilakoni Pak Titus, tentulah sulit.</p>
<p>Meskipun untuk membuat majalah tetap terbit harus dibantu tenaga khusus di bagian redaksi dan didukung beberapa teman dan kenalan dalam memperoleh iklan-iklan. Oleh karena itu Drs Titus K Kurniadi pun sangat pantas diberi penghargaan.</p>
<p>Rupanya saat-saat membanggakan itu akhirnya tiba. Yayasan Dharma Wulan dan Drs Titus K Kurniadi, pada tanggal 2 Maret lalu, memperoleh penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (yang lehih dikenal dengan MURI). Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Senior Manager MURI, Paulus Pangka, di Kantor Pusat MURI, Srondol, Semarang, dan diterima langsung oleh Ir Bruriadi Kusuma, Sekretaris Yayasan Dharma Wulan mewakili Yayasan, dan Drs Titus K Kurniadi.</p>
<p>Acara penyerahan dihadiri sejumlah pengurus dan anggota PDW cabang Semarang, termasuk pasutri Ir Budi Dhamawan. Rekor penerbitan majalah WULAN yang dicatat MURI, adalah Yayasan Dharma Wulan sebagai penerbit terlama dan teratur selama 15 tahun (hinggaedisi ke-87, Oktober 2011), sedangkan Drs Titus K Kurniadi dicatat sebagai Pemrakarsa Majalah Warga Usia Lanjut.</p>
<p>Mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai &#8220;pemegang rekor&#8221; untuk kategori &#8220;Penerbit majalah untuk warga usia lanjut&#8221; untuk Yayasan dan &#8220;Pemrakarsa&#8221; untuk Drs Titus K Kurniadi, sudah seharusnya memberikan pengaruh terhadap kelangsungannya Majalah WULAN tentu tidak lantas dihentikan penerbitannya. Mudah-mudahan dengan penghargaan tersebut Yayasan makin siap dalam mengembangkan majalah WULAN sampai sebagus-bagusnya. Kondisi majalah WULAN sekarang ini jelas sekali masih belum dapat dibandingkan dengan majalah-majalah besar yang dijual bebas. Karena itu, pengembangannya terus dinanti-nantikan, dan hal itu memerlukan dukungan dari banyak pihak, termasuk para anggota PDW.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/04/yayasan-dharma-wulan-dan-drs-titus-k-kurniadi-menerima-penghargaan-muri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersahabat Dengan Stroke</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/02/bersahabat-dengan-stroke/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/02/bersahabat-dengan-stroke/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 09:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>
		<category><![CDATA[arisan dharma wulan]]></category>
		<category><![CDATA[warga usia lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[wulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=775</guid>
		<description><![CDATA[ARISAN DHARMA WULAN Gotong Royong yang    diadakan    bersamaan    dengan    acara Penyerahan Wulan Award 2011, tanggal 11 Juni 2011 lalu, mungkin kurang terasa sebagai pertemuan arisan. Kesan itulah yang mungkin mengganjal di hati para peserla arisan, dan mereka berharap dua bulan setelah itu dapat melakukan pertemuan yang lebih akrab. Sayangnya, bulan Agustus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ARISAN DHARMA WULAN</strong> Gotong Royong yang    diadakan    bersamaan    dengan    acara Penyerahan Wulan Award 2011, tanggal 11 Juni 2011 lalu, mungkin kurang terasa sebagai pertemuan arisan. Kesan itulah yang mungkin mengganjal di hati para peserla arisan, dan mereka berharap dua bulan setelah itu dapat melakukan pertemuan yang lebih akrab. Sayangnya, bulan Agustus sepenuhnya merupakan hari-hari puasa Ramadhan, sehingga pertemuan arisan ditiadakan.</p>
<p>Maka, ketika pertemuan arisan diadakan lagi pada tanggal 8 Oktober 2011 lalu, sangatlah terasa sebagai benar-benar arisan! Keceriaan para wulan yang bertemu, berkumpul dan bersama-sama di suatu tempat yang baru, terpancar jelas dalam raut muka setiap orang yang hadir. Terlebih-lebih karena banyak hadiah hadir, uang masing-masing Rp 100,000,- untuk 20 peserta dan 5 set rice cooker kecil yang cocok untuk para orangtua.</p>
<p>Acara yang digelar di Resto Nusantara, Jatiwaringin, Pondok Gede &#8211; Bekasi itu dihadlri sekitar 150 orang. Sebagian besar peserta berangkat bersama dengan dua bus dari Sekretariat YDW, Jl Salemba 1 no 14 A, dan tiba di tujuan sebelum pukul 10.00 WIB. Sebagian lagi langsung datang dengan mobil sendiri. Restoran yang berlokasi di dalam komplek gedung W1KA Pondok Gede itu memang mudah dijangkau, meskipun papan namanya yang kecil agak sulit ditemukan dan ada rombongan yang kebablasan.</p>
<p><a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/arisan2.jpg" rel="lightbox[775]"><img class="alignright size-medium wp-image-777" title="arisan2" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/arisan2-300x254.jpg" alt="" width="300" height="254" /></a>Selelah mengisi daftar hadir, peserta antusias mengikuti pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara cuma-cuma, dengan dilayani oleh para perawat dari RS Premier Jatinegara. Begitu banyaknya peminat yang ingin melakukan pemeriksaan itu, acara arisan terpaksa terlambat dari jadwal.</p>
<p>Lebih dari itu, yang terjadi, suasana arisan terasa tidak resmi, namun peserta justru terlihat sangat menikmati. Bahkan pemandu acaranya pun seperti bergantian, mulai dari Ibu Sri Wahyuni Ruslim, Ibu Wani Saleh, hingga Ibu Tobing Silitonga.</p>
<p>Setelah Bp Saleh Maswi memberikan laporan keuangan arisan, Dr Sukono Djojoatmodjo SpS dari RS Premier Jatinegara memberikan presentasi mengenai stroke. Judul presentasinya adalah &#8220;Bersahabat dengan Stroke&#8221;. Mengapa judulnya begitu, menurut Sukono, karena pada masa usia lanjut umumnya orang dekat dengan stroke. Penyakit itu, tambahnya, merupakan penyebab kematian terbesar ketiga pada warga lanjut usia. Stroke juga dapat menyebabkan kecacatan yang berlangsung seumur hidup. Dan hal yang sangat tidak menyenangkan adalah bahwa beban biaya pasca pengobatan berlangsung lama, bisa sepanjang sisa hidup orang yang terkena, dan oleh karena itu berpengaruh besar terhadap kehidupan seluruh keluarga.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan, stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi akibat adanya gangguan aliran darah ke otak. Gangguan itu dapat berupa adanya penyumbatan pembuluh darah, maupun terjadinya pendarahan di otak. Dan gejalanya timbul secara tiba-tiba, sesuai dengan daerah otak yang terganggu, seperti mengalami kelumpuhan, adanya gangguan sistem rasa (baal, kesemutan), gangguan bicara (menjadi cadel atau pelo) dan gangguan bahasa (tak bisa bicara), gangguan menelan, gangguan keseimbangan (yang berakibat vertigo, tetapi vertigo tidak selalu karena stroke), atau gangguan penglihatan (buta mendadak).</p>
<p>Dr Sukono juga memberikan penjelasan mengenai apa yang harus segera dilakukan jika merasa curiga terjadi serangan stroke. Dikatakan bahwa jangan menunda-nunda untuk segera membawa orang yang dicurigai terkena stroke ke RS, bukan klinik atau lainnya, terutama RS yang memiliki peralatan lengkap untuk stroke. Dengantidak menunda, berarti dimungkinkan untuk mendapatkan perawatan atau pengobatan yang lebih baik. &#8220;Time lost is brain lost&#8221; katanya. Pada 3-5 jam pertama terjadinya serangan, merupakan kesempatan terbaik untuk dilakukan pengobatan stroke jenis sumbatan.Tetapi, jangan khawatir, stroke dapat dicegah. Caranya adalah, mengatasi faktor-faktor risiko stroke.</p>
<p>Memang tidak semua faktor risiko stroke dapat diatasi. Lalu apa saja faktor risiko itu? Umur dan riwayat stroke, keduanya lak mungkin diatasi, dan yang dapat diubah adalah hipertensi, diabetes, kadar lemak dalam darah, riwayat penyakit jantung, kegemukan atau obesitas, kurang kegiatan fisik atau berolahraga, dan merokok.</p>
<p>Diungkapkan pula bahwa seseorang yang pernah terkena stroke, tetap berisiko terkena stroke lagi. &#8220;Namun,&#8221; katanya, &#8220;Jangan pernah down meskipun pernah terkena stroke. Tetaplah ceria.&#8221;Usai presentasi beberapa Wulan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, yang semuanya mendapat jawaban yang cukup memuaskan. Pertanyaan mengenai bagaimana memperlakukan seseorang yang terkena serangan stroke sebelum dibawa ke RS, dijawab bahwa jika orang yang terkena serangan masih sadar, tidak pingsan, orang tersebut boleh didudukkan sambil menanti ambulans. Namun apabila yang terkena serangan pingsan sebaiknya dibaringkan, dan lebih baik dibaringkan miring, berjaga-jaga agar jika muntah, muntahannya tidak menyumbat tenggorokan.</p>
<p>Sebelum penyampaian laporan keuangan dan presentasi, Bp Bruriadi Kusuma sempat meminta waktu untuk berbicara. Hal itu berkenaan dengan pemberian penghargaan oleh Yayasan Dharma Wulan atas jasa-jasanya dalam melakukan penggalangan dana. Dan dia lalu bercerita tentang tiga periode arisan yang pemah dipimpinnya. &#8220;Itu bukan jasa saya, itu adalah jasa para peserta arisan,&#8221; katanya. Dia kemudian menambahkan, &#8220;Lebih dari Rp 1 milyar,- dana dari arisan, telah memberikan kepercayaan kepada Yayasan untuk meneruskan pembangunan Griya Dharma Wulan.&#8221; Menyinggung mengenai arisan yang sekarang, Brur Kusuma mengatakan bahwa hasilnya nanti adalah untuk membayar dana talangan pembangunan GDW. &#8220;Dana talangan, bukan hutang!&#8221; tegasnya.</p>
<p>Usai presentasi, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Hidangan yang tersedia di Resto Nusantaraternyata agak mirip dengan masakan dari Rumah Makan Kemuning milik Pak Suadi Muljana. Dari bisik-bisik yang terdengar, rupanya pemilik resto tersebut adalah adik ipar Pak Suadi. Wah, pantas! Pada pertemuan siang itu, pembagian hadiah hadir nyaris terasa sebagai acara paling menyenangkan. Sayangnya, acara line dance dan dansa, belum cukup memuaskan, karena hanya dua tiga lagu saja. Pak Basuendro dan ibu Silviana Santoso, lagi-lagi bikin ger-ger-an peserta, mereka menari mengikuti lagu campursari Cucakrowo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/02/bersahabat-dengan-stroke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piagam Penghargaan Tokoh Dharma Wulan</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/02/piagam-penghargaan-tokoh-dharma-wulan/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/02/piagam-penghargaan-tokoh-dharma-wulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 08:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Catalan Redaksi:Pemberian penghargaan kepada sembilan tokoh Dharma Wulan, sebagaimana diberitakan di majalahWULAN edisi 86yang lalu (masuk dalam berita tentangpenyerahan Wulan Award), dirasakan sangat tidak memadai dan mungkin ditqfsirkan keliru. Oleh karena itu Pengurus Yayasan Dharma Wulanmenyusun penjelasan panjang lebar mengenai hal tersebut di bawah ini. YAYASAN   Dharma  Wulan   menetapkan hari jadinya tanggal 27 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Catalan Redaksi:Pemberian penghargaan kepada sembilan tokoh Dharma Wulan, sebagaimana diberitakan di majalahWULAN edisi 86yang lalu (masuk dalam berita tentangpenyerahan Wulan Award), dirasakan sangat tidak memadai dan mungkin ditqfsirkan keliru. Oleh karena itu Pengurus Yayasan Dharma Wulanmenyusun penjelasan panjang lebar mengenai hal tersebut di bawah ini.</em></p></blockquote>
<p>YAYASAN   Dharma  Wulan   menetapkan hari jadinya tanggal 27 Februari  1996. Sebenarnya telah sejak akhir tahun 1995 sekumpulan orang, sebagian ex PPSMI (Perkumpulan Pelajar Sekolah Menengah Indonesia) yang merupakan  pelopor,  penggagas,  pemikir  dan para   inisiator   lainnya,   dengan   gencar   melakukan pertemuan-pertemuan    di    tempat-tempat    &#8221;sarang&#8221; mereka, antara lain di restoran Oasis, Wisraa Kinasih, dan CSIS. Pemikiran nama, visi-misi, mukadimah, dan slogan Mandiri-Terhormat-Bermakna, telah dicetuskan oleh para sesepuh tersebut, jauh hari sebelum tanggal Yayasan didirikan.</p>
<p>Untuk mewujudkan suatu rencana diperlukan dana, maka dengan penuh antusias dan secara suka rela terkumpul dana Rp 400 juta, yang dihimpun dari sebanyak 38 orang, yang merupakan dana awal untuk mewujudkan cita-cita para pendiri, yang kemudian duduk sebagai Dewan Penyantun Yayasan. Jumlah Rp 400 juta tersebut pada masa itu tentunya bukan suatu jumlah yang kecil, untuk sekedar perbandingan nilai I US$ adalah sekitar Rp 2 ribu.Akhir tahun 1995, kondisi politik di Indonesia, terutama di ibukota, sedang marak dengan demonstrasi-demonstrasi menjelang berakhirnya Orde Baru. Kumpul-kumpul bisa berisiko berurusan dengan yang berwenang. Kesungguhan, ketecgaran, keberanian untuk tetap meneruskan niat mendirikan organisasi, ditunjang dengan oleh adanya orang-orang yang tergolong bisa menjadi &#8220;sandaran&#8221; (backbone) di antara beliau-beliau.</p>
<p>Berikut daftar nama yang duduk sebagai Dewan Penyantun (urutan berdasarkan abjad) :</p>
<ol>
<li>Bergas Kusuma Widjaya</li>
<li>Betty Hartanto</li>
<li>Ir. Budi Dharmawan</li>
<li>Djoenaedi Joesoef</li>
<li>Elly Dharma Suria</li>
<li>Fuadi Samalo</li>
<li>Frits Willy Triman</li>
<li>Drs. Gunawan Sudarmadji</li>
<li>Drs. Hanadi Rahardja</li>
<li>Ir. Hardja Setiawan Lukita</li>
<li>Harry Tjan Silalahi, SH</li>
<li>Harjoko Trisnadi</li>
<li>Ir. Hendarto Prayogo</li>
<li>Ir. Ichsan Gunawan</li>
<li>Lman Karjadi</li>
<li>DR.Ir. Indira Darmawan</li>
<li>Jahja Saputra</li>
<li>DR.Ir. Januar Darmawan</li>
<li>Drs. Jacob Tobing, MPA</li>
<li>Karman Wirjo Adisaputro</li>
<li>KienkeTirtoUtomo</li>
<li>Drs. Kwik Kian Gie</li>
<li>Luknian Setiawan</li>
<li>Prof.DR.Ir. Lukito Sukahar</li>
<li>DR.Ir. Moeljono Partosoedarso</li>
<li>Purwohadi Sanjoto</li>
<li>Drs. Rachmad Iskandar</li>
<li>Drs. Radius Prawiro</li>
<li>Ir. Royanto Rizal</li>
<li>Prof.DR.Ir. Rudy Tarumingkeng MF</li>
<li>Mayjend. (pum) Sarwono</li>
<li>Pdt. DR. Sularso Sopater</li>
<li>Drs. Soesanto Lockman</li>
<li>Tegoeh Hartanto, SH</li>
<li>Drs. Titus K. Kurniadi</li>
<li>Dr. Wahyu Tjandrakesuma</li>
<li>Drs. Pumama Sidhi</li>
<li>WilliartiBudihardjo</li>
</ol>
<p>Bapak Indonesia Merdeka, Bung Karno, pernah mengatakan : &#8220;Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai para pahlawannya!&#8221; Analog dengan itu, organisasi yang baik, yang bermartabat harus dapat menghargai para tokoh-tokohnya, terutama kepada para &#8220;founding father&#8221;-nya. Dan tentunya juga kepada tokoh-tokoh yang telah berdedikasi dan berprestasi melebihi ukuran keberhasilan yang biasa dan umum.</p>
<p>Melalui penelusuran dokumen-dokumen sebelum berdirinya Yayasan, wawancara dengan para sesepuh/tokoh-tokoh Wulan; dan pembahasan-pembahasan di Pengurus sejak dua tahun yang lalu, Pengurus berketetapan hati memutuskan bahwa sudah sepatutnya Yayasan Dharma Wulan memberikan suatu penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan sumbangsih, pengabdian dan prestasi yang luar biasa kepada Dharma Wulan. Penyerahan penghargaan tersebut, sebagai wujud penghormatan dan rasa terima kasih mewakili kita para anggota Wulan semua.</p>
<p>Maka sebagai salah satu momentum peringatan ke-15 tahun Yayasan dan Paguyuban Dharma Wulan, dan bersamaan dengan Pemberian Wulan Award 2011, pada tanggal 11 Juni 2011 yang lalu Yayasan telah melaksanakan upacara penyerahan plakat sebagai tanda penghargaan.Piagam Penghargaan telah disampaikan kepada :</p>
<ol>
<li>Bapak Harry Tjan Silalahi, SH (berhalangan hadir, telah diserahkan pada kesempatan lain)</li>
<li>Bapak Drs. Kwik Kian Gie (berhalangan hadir, telah diserahkan pada kesempatan lain)</li>
<li>Bapak (alm) Drs. Radius Prawiro (diserahkan kepada Ibu Leoni Radius Prawiro)</li>
<li>Bapak (alm)  Tirto Utomo (diserahkan kepada IbuKienke Tirto Utomo)</li>
</ol>
<p>Penghargaan kepada keempat tokoh tersebut di atas didasarkan atas sumbangsih dan pengabdian yang luar biasa di saat-saat awal berdirinya Dharma Wulan. Kemudian Piagam Penghargaan kepada:</p>
<ol>
<li>Bapak Dr.Ir. Januar K. Darmawan</li>
<li>Bapak Drs. Titus K. Kurniadi, dan</li>
<li>Bapak Tegoeh Hartanto, SH (berhalangan hadir,telah diserahkan pada kesempatan lain)</li>
</ol>
<p>merupakan   bentuk   penghargaan   atas   sumbangsih yang luar biasa sebagai penggagas organisasi Dharma Wulan. Sedangkan kepada:</p>
<ol>
<li>Bapak Ir. Hardja S. Lukita, penghargaan diberikan atas sumbangsih dan prestasi yang luar biasa dalam mewujudkan pembangunan Griya Dharma Wulan.</li>
<li>Bapak Ir. Bruriadi Kusuma, penghargaan diberikan atas sumbangsih dan jasanya yang luar biasa untuk penggalangan dana dalam pembiayaan Griya Dharma Wulan.</li>
</ol>
<p>Ada pepatah Belanda yang mengatakan &#8220;<em>Goede wijn hoefde geen krans</em>&#8221; (anggur yang baik tidak memerlukan penyaji!) Betul sekali, para penerima penghargaan tersebut sebenarnya tidak memerlukan dan tidak meminta penghargaan. Oleh karena itu tidak mudah melakukan pendekatan kepada mereka. Pengurus dengan susah payah harus meyakinkan, bahwa Dharma Wulan sebagai organisasi yang bermartabat patut memberikan pengakuan dan mengingat kepada nilai-nilai suatu pemikiran, terhadap peristiwa-peristiwa, dan bagi keberhasilan suatu komunitas pada zamannya. Para penerima penghargaan merupakan personifikasi dan representasi hal-hal tersebut di atas, yang merupakan tonggak-tonggak bersejarah keberadaan Dharma Wulan yang kita banggakan.</p>
<p>Syukur pada akhirnya upacara penyerahan penghargaan dapat berlangsung, dan para tokoh dapat menerimanya dengan baik dan gembira. Semoga kiranya merupakan menjadi suatu kebanggaan tersendiri, sesuai dengan harapan kita semua.</p>
<p><strong>Pengurus Yayasan Dharma Wulan</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/02/piagam-penghargaan-tokoh-dharma-wulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Acara Penyegaran Visi Misi Dharma Wulan</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/02/foto-acara-penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/02/foto-acara-penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 07:57:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Teruskan Cita-cita Luhur Pendiri Dharma Wulan * Keterangan : Untuk melihat ukuran sebenarnya, klik kiri 1 x pada gambar/foto &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teruskan Cita-cita Luhur Pendiri Dharma Wulan</p>
<p>* Keterangan :</p>
<p><em><strong>Untuk melihat ukuran sebenarnya, klik kiri 1 x pada gambar/foto</strong></em></p>
<p><em><strong>
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-9-769">


	<!-- Piclense link -->
	<div class="piclenselink">
		<a class="piclenselink" href="javascript:PicLensLite.start({feedUrl:'http://dharmawulan.or.id/wp-content/plugins/nextgen-gallery/xml/media-rss.php?gid=9&amp;mode=gallery'});">
			[View with PicLens]		</a>
	</div>
	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-73" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/foto2.jpg" title=" " class="shutterset_penyegaran-visi-misi-dharma-wulan"  rel="lightbox[769]">
				<img title="foto2" alt="foto2" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/thumbs/thumbs_foto2.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-74" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/foto2a.jpg" title=" " class="shutterset_penyegaran-visi-misi-dharma-wulan"  rel="lightbox[769]">
				<img title="foto2a" alt="foto2a" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/thumbs/thumbs_foto2a.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-75" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/foto2b.jpg" title=" " class="shutterset_penyegaran-visi-misi-dharma-wulan"  rel="lightbox[769]">
				<img title="foto2b" alt="foto2b" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/thumbs/thumbs_foto2b.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-76" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/foto2c.jpg" title=" " class="shutterset_penyegaran-visi-misi-dharma-wulan"  rel="lightbox[769]">
				<img title="foto2c" alt="foto2c" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/thumbs/thumbs_foto2c.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 		
	<div id="ngg-image-77" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/foto2d.jpg" title=" " class="shutterset_penyegaran-visi-misi-dharma-wulan"  rel="lightbox[769]">
				<img title="foto2d" alt="foto2d" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/gallery/penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/thumbs/thumbs_foto2d.jpg" width="100" height="75" />
			</a>
		</div>
	</div>
	 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

<br />
</strong></em></p>
<p><em><strong><br />
</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/02/foto-acara-penyegaran-visi-misi-dharma-wulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulang Tahun PDW Cabang Bogor Ke-13</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/02/ulang-tahun-pdw-cabang-bogor-ke-13/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/02/ulang-tahun-pdw-cabang-bogor-ke-13/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 04:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum, ya achie, ya uhti Assalamualaikum, ya achie,ya uhti Assalamualaikum, ya achie, ya uhti Demikianlah lagu-lagu &#8220;Assalamualaikum &#8221; dan &#8220;Jumpa Lagi&#8221; yang didendangkan untuk menyambut para tamu yang hadir pada pertemuan anggota dan perayaan HUT PDW Cabang Bogor yang ke-13, yang diselenggarakan di Hotel Ririn, pada hari Rabu, tanggal 21 September 2011 yang lalu. Acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Assalamualaikum, ya achie, ya uhti </em></p>
<p><em>Assalamualaikum, ya achie,</em><em>ya uhti </em></p>
<p><em>Assalamualaikum, ya achie, ya uhti</em></p></blockquote>
<p>Demikianlah lagu-lagu &#8220;Assalamualaikum &#8221; dan &#8220;Jumpa Lagi&#8221; yang didendangkan untuk menyambut para tamu yang hadir pada pertemuan anggota dan perayaan HUT PDW Cabang Bogor yang ke-13, yang diselenggarakan di Hotel Ririn, pada hari Rabu, tanggal 21 September 2011 yang lalu. Acara yang masih berada dalam suasana halal-bi-halal tersebut sangat berlangsung sederhana, namun khidmad dan meriah, dihadiri 80 orang anggota.</p>
<p><a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/pdw_bogor2.jpg" rel="lightbox[762]"><img class="alignright size-medium wp-image-763" title="pdw_bogor2" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/pdw_bogor2-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" /></a>Acara dibuka pukul 10.10 W1B oleh MC Ibu Dini Faisal, diawali dengan lagu-lagu kasidahan oleh Paduan Suara anggota, disambung pembacaan doa oleh bapak H Soemarno, kemudian sambutan Ketua PDW Bogor, H Subagyo.</p>
<p>Dalam sambutannya, Pak Subagyo menyampaikan Selamat Datang, Selamat Idul Firi, dan menguraikan sedikit makna &#8220;Puasa&#8221; dan &#8220;Idul Fitri&#8221; bagi kaum muslimin-muslimat, khususnya di Indonesia, dan acara HUT PDW Cabang Bogor yang ke-XIII. Secara singkat dilaporkan pula kegiatan Paguyuban selama tahun-tahun terakhir, dan yang menggembirakan adalah bertambah banyaknya wajah-wajah anggota baru.</p>
<p>Di samping itu, disinggung pula satu kegiatan baru yang mulai dilaksanakan yaitu &#8220;Wulan Peduli&#8221;, berupapengumpulan dana sumbangan sukarela para anggota yang dimasukkan dalam Kotak Peduli pada setiap pertemuan bulanan, untuk disumbangkan kepada masyarakat yang memerlukan. Dalam kaitan ini, pada bulan Juli 2011 yang lalu, dana pertama dari Wulan Peduli telah dimanfaatkan untuk menyantuni dua panti jompo, yaitu Panti Werdha Hanna (22 orang penghuni) di Lawanggintung, dan Rumah Perlindungan Sosial Tresna Werdha (61 orang penghuni), di Pancasan Bogor.</p>
<p>Acara HUT ke-XIII dilaksanakan secara sederhana dengan Pemotongan Tumpeng, diiringi dengan &#8220;Mars Dharma Wulan Bogor&#8221; yang dinyanyikan secara khidmat oleh hadirin, disambung dengan lagu Congratulations, sebagai ucapan selamat atas pencapaian tahun ke-13 perjalanan Paguyuban DW Cabang Bogor. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada anggota &#8220;paling sepuh&#8221; yang hadir, yaitu bapak Siek Tjay Poen (usia 91 tahun).</p>
<p>Untuk memberi nuansa syahdu acara halal-bi-halal dan membuka kultum (kuliah tujuh menit) tentang Idul Fitri oleh bapak H. A. Kosasih, dinyanyikan sebuah lagu Give Thanks to Allah (ciptaan mahabintang pop Michael Jackson), oleh Ibu Anis Sumantri dkk, Ceramah singkat Bpk. Kosasih, secara ringkasnya mengingatkan kita, bahwa hidup kita ini dimulai dan diakhiri dengan ketetapan Yang Maha Kuasa. Kalau sudah tiba &#8220;panggilan&#8221; menghadap Allah SWT., Tuhan YM. Esa, panggilan tersebut tidak bisa dihindarkan, atau dimajukan, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi dan pasti terjadi. Kekayaan duniawi yang berlimpah, uang bermilyar-milyar-pun, tidak akan mampu mengundurkannya. Antrean &#8220;panggilan&#8221; tersebut, bagi kita semua, tidak akan pemah tahu, kapan dan dimana terjadinya.</p>
<p>Dengan kesadaran bahwa kita semua pasti akan &#8220;berpulang menghadap sang Khaliq&#8221;, ada baiknya di dalam menjalani kehidupan di alam fana yang singkat ini, disamping mencari bekal dunia, mencari nafkah untuk mencukupi kehidupan kita, juga perlu melaksanakan &#8220;PMA&#8221;, penanaman modal akhirat, dengan ibadah dan melakukan amal-amal saleh, serta perbuatan-perbuatan baik lainnya.</p>
<p>Tidak ada yang melarang untuk kita menjadi orang yang kaya, bahkan menjadi orang yang terkaya di alam dunia. Tetapi kekayaan kita harus berasal dari sumber yang halal. Kita wajib mencari rezeki yang halal. Namun dalam rezki yang kita peroleh dengan halal-pun, ada titipan yang seharusnya menjadi hak orang lain, karena itu kita diwajibkan mengeluarkan zakat bagi mereka yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, sehubungan dengan Idul Fitri, di samping kita membersihkan dosa-dosa dengan menjalankan puasa sebulan penuh, kita juga harus ingat membersihkan rezki atau harta kekayaan kita, dengan membayar zakat, baik berdasar aturan kcagamaan maupun aturan kenegaraan.</p>
<p>Usai acara-acara resmi di alas, suasana dimeriahkan dengan nyanyian bersama para hadirin, lagu-lagu Tuhan, Rasa Sayange, Lenggang Kangkung, dan KroncongKemayoran, diiringi musik dari keyboard bapak &#8216;Henry, dan dipandu oleh tiga serangkai ibu Anis Sumantri, Dini Faisal, dan lis Somantri.</p>
<p>Suara merdu dari Prof. Bonar Pasaribu, bapak-ibu Sonny dan Cicih Soemarsono, serta bapak Boy ikut memeriahkan suasana. Selanjutnya sekitar 20 menit diadakan promosi khasiat Teh Sarang Semut, produksi CV Kancil Jaya Kencana, yang mungkin dengan sengaja, salah seorang pembicaranya bapak Boy, pemanin sinetron yang memerankan ayah Wahyu dalam Sinetron&#8221;Cinta Fitri&#8221;, yang tentu saja mampu menggaet ibu-ibu untuk membeli produk teh tersebut.</p>
<p>Acara HUT anggota merupakan gabungan hari Ulang Tahun Anggota pada bulan Agustus dan September 2001, sehingga berjumlah 51 orang, namun yang hadir hanya 20 orang. Pemotongan Kue Ulang Tahun, berupa kue tart berukuran besar, dilakukan oleh ibu Laila Tejajuwana, yang HUT-nya tecpat pada hari itu, 21 Sept 2011.</p>
<p>Lagu populer Selamat Ultah, Panjang Umurnya, Happy Birthday, dan Potong Kuenya, menyemarakkan acara tersebut.</p>
<p>Selesai acara Arisan oleh ibu Tien Zulhen, dengan 12 orang yang beruntung menarik arisan, dilanjutkan dengan santap siang, disertai undian penarikan 8 bingkisan Door Prize. Sebelum santap siang, para hadirin saling bersalaman bermaaf-maafan. Sekitar pukul 13:00WIB acara selesai dengan lancar dan selamat.</p>
<p><em>*Subandiyah P. </em></p>
<p><em>PDW Cab. Bogor</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/02/ulang-tahun-pdw-cabang-bogor-ke-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dia Yang Luar Biasa Tegar</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/02/dia-yang-luar-biasa-tegar/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/02/dia-yang-luar-biasa-tegar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 09:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit bisa datang tanpa diketahui jalan masuknya. Seseorang yang tampak sehat dan aktif melakukan kegiatan atau berolahraga, bisa secara mengejutkan tiba-tiba dinyatakan menderita kanker, dan membuat anggota keluarga, para kenalan serta sahabat sulit percaya akan kebenarannya. &#8220;Kok bisa ya?&#8221; itulah pertanyaan yang kemudian sering diajukan anggota keluarga, para sahabat dan kenalan. Tentu saja pada umumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit bisa datang tanpa diketahui jalan masuknya. Seseorang yang tampak sehat dan aktif melakukan kegiatan atau berolahraga, bisa secara mengejutkan tiba-tiba dinyatakan menderita kanker, dan membuat anggota keluarga, para kenalan serta sahabat sulit percaya akan kebenarannya. &#8220;Kok bisa ya?&#8221; itulah pertanyaan yang kemudian sering diajukan anggota keluarga, para sahabat dan kenalan.</p>
<p>Tentu saja pada umumnya penyakit menunjukkan gejala sebagai bukti keberadaannya. Dan gejala yang dirasakan Veronika Rita Chrysanti Rustandi antaranya adalah tidak mau makan karena mula, demam, serta rasa amat sakit didalam perutnya. Tentu saja Pak Lukita juga telah berupaya membawa istrinya kedokter, paling tidak sudah empat orang dokter yang semuanya sudah termasuk ahli penyakit dalam (<em>Internist</em>) yang dikunjungi, tetapi baru setelah diperiksa oleh dokter yang kelima (26 Februari 2011), dipastikan bahwa Ibu Rita terkena kanker usus dengan koplikasi pada ginjal. Selama pengobatan, kurang lebih 16 kali harus keluar masuk Rumah Sakit, seringkali juga harus mondok sampai dirawat selama 24 hari. Mulanya di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, kemudian RS St. Carolus.</p>
<p>Sosok Rita Lukita yang cantik, mungil dan energik sudah pasti cukup dikenal diantara para WULAN. Jauh sebelum gejala-gejala penyakitnya muncul, aktifitasnya sebagai pelatih atau instruktur senam TERA dan Chikung mewarnai pengabdiannya untuk para anggota PDW. Dia juga turut dalam kegiatan <em>Line Dance</em> dan bermain kolintang. Praktis dalam seminggu lima kali kegiatan menghabiskan waktu dan mengucurkan keringatnya. Ketika siksaan akibat penyakitnya semakin sering dirasakan, terutama sejak Desember 2010, aktifitasnya memang berkurang, namun kadang-kadang dia masih berusaha untuk ikut dalam kegiatan. Bulan April 2011 lalu dia masih ikut dalam latihan kolintang bersama Ibu Noni (Ketua PDW Jakarta Pusat).</p>
<p>Hal lain yang sangat pantas dikenang pada diri Ibu Rita, adalah ketegarannya dalam menerima vonis terkena kanker.Banyak orang langsung <em>down </em>setelah diberitahu terkena kanker, dan biasanya cepat atau lambat menjadi stress. Tetapi beliau menerima vonis itu dengan lapang dada. Labih dari itu, beliau juga tidak pernah mengeluh walaupun sering merasa sangat kesakitan karena penyakitnya. Istri yang hebat, ibu yang luar biasa ! Pak Lukita sendiri tak sanggup menutupi kekagumannya pada mendiang istrinya, dan sempat tergetar dengan kedua mata berkaca-kaca saat menuturkan hal tersebut.</p>
<p>Satu hal yang agak membuat Pak Lukita menyesal adalah kepergiannya yang tidak meninggalkan pesan apapun. Hari-hari menjelang kepergiannya, Ibu Lukita sudah sulit berkata-kata, nyaris tidak dapat bersuara. Pada hari Jum&#8217;at, 14 Oktober 2011, keluarga Hardja S Lukita sempat mengadakan misa dirumah, yang antara lain diikuti oleh dua putrinya, Ir. Tintin Mutia Lukita, Ir. Yani Mutia Lukita, dan putranya Ir. Drs, Agus S. Lukita, MBA, MSc., serta menantu-menantunya : Ir. Liem Han Tiong, MAS., Ir. Andreas Suharsosno W, MM. dan Ir. Ratna Indrawati, MSc. Sebetulnya pasutri Rita dan Hardja Lukita dikaruniai empat anak (dua putra dan dua putri), namus seorang putranya Lee Hian Swan telah meninggal dunia jauh sebelumnya.</p>
<p>Hari Senin, 17 Oktober 2011 dikediamannya, Veronika Rita Chrysanti Rustandi, meninggal dunia, pada usia 76 tahun. Jenazahnya kemudian disemayamkan dirumah duka RS Harapan Kita, Jl. Letjen. S. Parman &#8211; Jakarta. Dan setelah upacara penutupan peti, Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 19.00 WIB, esoknya (Rabu, 19 Oktober 2011 pukul 19:00 WIB) diadakan misa requim. Pada hari Kamis, 20 Oktober 2011, jenazah diberangkatkan dari rumah duka, dengan diawali ibadat pelepasan pada pukul 19:00 WIB, menuju Krematorium Oasis Lestari &#8211; Tangerang.</p>
<p>Ibu Rita meninggalkan orang-orang tercintanya : sang mama, Ny. Ellyana Kusnadi, suami tercinta Ir. Hardja S. Lukita, tiga anak dengan pasangan mereka masing-masing, dan empat cucu : Abigail Utami Halim, Johannes Bernadi Arifianto, Maximillian Krisnadi Arianata, dan Anselmus Yakobus Lukita. keluarga besar Yayasan dan Paguyuban Dharma Wulan sudah pasti juga turut merasakan kehilangan tersebut.</p>
<p>Selamat jalan Ibu Rita, namamu akan tetap dikenang didalam Dharma Wulan! Kepada Bapak Lukita, semoga tetap tabah dan tegar, meskipun kini harus sendirian.</p>
<p><em>Sumber : Majalah Wulan Edisi ke 88, Desember 2011</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/02/dia-yang-luar-biasa-tegar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Launching Rukun Senior Living</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/02/launching-rukun-senior-living/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/02/launching-rukun-senior-living/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 09:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>
		<category><![CDATA[dharmawulan]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[rukun senior living]]></category>
		<category><![CDATA[wulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[Acara pada tanggal 5 November 2011, dalam rangkaian kegiatan Penyegaran Visi-Misi Dharma Wulan, sebetulnya merupakan acara yang terpisah. Hari terakhir itu, setelah makan pagi dan check out dari SLDC sebagian besar pescrta penyegaran mengikuti launching Rukun Senior Living, sekaligus mengadakan ramah tamah (temu akrab). Rombongan wulan dari Bandung yang hadir dalam acara tersebut mencapai dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Acara pada tanggal 5 November 2011, dalam rangkaian kegiatan Penyegaran Visi-Misi Dharma Wulan, sebetulnya merupakan acara yang terpisah. Hari terakhir itu, setelah makan pagi dan check out dari SLDC sebagian besar pescrta penyegaran mengikuti launching Rukun Senior Living, sekaligus mengadakan ramah tamah (temu akrab). Rombongan wulan dari Bandung yang hadir dalam acara tersebut mencapai dua bus, dari Bogor satu bus plus masih banyak anggota cabang-cabang PDW dari Jakarta yang menggunakan kendaraan pribadi. Tampak hadir di antara para wulan, Tbu Kienke Tirto Utomo, pasutri Sumarman Heru, pasutri AY Rajino, pasutri Saleh Maswi, pasutri H Soemakno, bapak Adhi Tirta Wisata dan masih banyak lagi. Secara keseluruhan, para wulan yang hadir lebih dari250 orang.</p>
<p><a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/rukun-launching1.jpg" rel="lightbox[751]"><img class="alignleft size-medium wp-image-753" title="rukun-launching1" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/rukun-launching1-300x211.jpg" alt="" width="300" height="211" /></a>Rukun (= Rumah Untuk Kelompok Usia Nyaman) Senior Living merupakan satu-satunya panti warga usia lanjut bertaraf internasional di Indonesia. Panti ini memang didesain khusus untuk para senior, berlokasi di dekat Griya Dharma Wulan, dan diharapkan mcmenuhi kebutuhan para lanjut usia yang menginginkan hunian yang aman, nyaman, yang intinya dirancang sesuai kebutuhan dan kepedulian terhadap orang lanjut usia. Rukun Senior Living yang disewakan (biayanya tergantung tipe, ada tipe Ideal Suite; Deluxe Suite dan Supreme Suite) dilengkapi ruangan-ruangan khusus untuk berkaraoke, berinternet, salon, restoran, kolam renang, dan sebagainya.</p>
<p>Acara launching yang intinya memperkenalkan model human khusus dan modern itu, diwarnai dengan tampilnya para wulan dari cabang Jakarta Pusat dengan permainan kolintang (dipimpin ketuanya, Ibu Sandra Widjaja), line dance dan menyanyi (paduan suara) dari ibu-ibu anggota PDW Jakarta Selatan dan Bandung, scrta hiburan lain yang memancing tawa. Ada pula bazaar yang menjual pakaian, sepatu, kaos kaki, celana dalam, dan kebutuhan lain, serta makanan.</p>
<p><a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/rukun-launching2.jpg" rel="lightbox[751]"><img class="alignright size-medium wp-image-754" title="rukun-launching2" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/rukun-launching2-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a>Setelah pihak pengelola mempresentasikan Rukun Living Senior, para wulan dipersilakan melihat-lihat ruangan atau kamar yang ditawarkan untuk dihuni, ditemani para petugas dari pengelola panti yang menjawab berbagai pertanyaan &#8211; termasuk biaya yang dibutuhkan untuk dapat tinggal di panti tersebut.</p>
<p>Sayangnya, hidangan makanan kecil seperti sawut, ketan hitam, grontol, dan buah-buahan (hanya jeruk dan salak) terasa sangat sedikit. Banyak wulan yang tidak kebagian, dan mungkin pihak panitia penyelenggara launching tidak menduga begitu banyaknya wulan yang nadir.</p>
<p>Jadi, jika Anda tertarik untuk melihat Rukun Senior Living, silakan mengunjunginya.*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/02/launching-rukun-senior-living/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Back to Basic&#8221; Meneruskan Cita-cita Luhur Pendiri Dharma Wulan</title>
		<link>http://dharmawulan.or.id/2012/02/back-to-basic-meneruskan-cita-cita-luhur-pendiri-dharma-wulan/</link>
		<comments>http://dharmawulan.or.id/2012/02/back-to-basic-meneruskan-cita-cita-luhur-pendiri-dharma-wulan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 04:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dharmawulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline News]]></category>
		<category><![CDATA[Majalah WULAN]]></category>
		<category><![CDATA[bermakna]]></category>
		<category><![CDATA[dharma wulan]]></category>
		<category><![CDATA[lanjut usia]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[terhormat]]></category>
		<category><![CDATA[warga usia lanjut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dharmawulan.or.id/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Dharma Wulan sebagai suatu organisasi kemasyarakatan harus dibenahi atau ditata kembali agar berkembang seiring perubahan zaman yang berlangsung cepat. Mulai dari kesekretariatan yang sebaiknya diserahkankepada professional, AD-ART, sampai keanggotaan dan kepengurusan. Lebih dari itu,generasi yang kini bergabung sebagai anggota Dharma Wulan, harus memahami dengan benar visi-misi pendirian organisasi, sehingga upaya memperjuangkan warga usia lanjut Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dharma Wulan sebagai suatu organisasi kemasyarakatan harus dibenahi atau ditata kembali agar berkembang seiring perubahan zaman yang berlangsung cepat. Mulai dari kesekretariatan yang sebaiknya diserahkankepada professional, AD-ART, sampai keanggotaan dan kepengurusan. Lebih dari itu,generasi yang kini bergabung sebagai anggota Dharma Wulan, harus memahami dengan benar visi-misi pendirian organisasi, sehingga upaya memperjuangkan warga usia lanjut Indonesia agar lebih mandiri, terhormat dan bermakna dapat terus-menerus dilaksanakan.</p>
<p>Itulah, kurang lebih, amanat yang dapat dipetik dari acara Penyegaran Visi-Misi Dharma Wulan pada 3-5 November 2011 lalu, yang diikuti oleh para pengurus sejumlah PDW cabang dari Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan), Jawa Barat (Bandung, Sukabumi, Bogor, Cirebon, Sentul), dan Jawa Tengah (Semarang), sejumlah Pengurus (Drs Wisnu Lohanatha, Ir Bruriadi Kusuma, Ir Royanto Rizal, Ibu Natalia Hyangana, Ronny Adrianto K) Pembina dan Pengawas Yayasan Dharma Wulan, termasuk mereka yang jarang muncul, seperti Pdl Sularso Sopater, Soetadi Martodihardjo, Ir Hardja S Lukita, dan Ir Budi Dharmawan. Tampak pula Prof Dr Ir AY Rajino MADE dan Prof Dr Ir Go Ban Hong dari PDW Bogor, bp Adhi Tirta Wisata, dan bp Uripto Widjaja (penerima Wulan Award 2011).</p>
<p><a href="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/peserta-wulan.jpg" rel="lightbox[743]"><img class="alignleft size-medium wp-image-744" title="peserta wulan" src="http://dharmawulan.or.id/wp-content/uploads/2012/02/peserta-wulan-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a>Rangkaian acara Penyegaran Visi-Misi Dharma Wulan, yang diadakan di Sentul Leadership Develompment Center (SLDC) itu, dimulai malam hari dengan makan malam yang dilanjutkan &#8220;upacara&#8221; pembukaan dengan pembawa acara Ibu Radianti Lukman, yang diwamai dengan menyanyikan Hymne Wulan, doa bersama, lalu sambutan Sukotjo Hadi, sebagai Ketua Panitia. Menurut Sukotjo, pengertian dan pemahaman atas nilai-nilai dasar, tujuan, dan visi-misi yang telah dirintis oleh para pendiri Dharma Wulan sangat diperlukan oleh para generasi penerus agar mempunyai pegangan dan landasan yang kuat dalam melangkah ke depan. &#8220;Penyegaran visi-misi ini mengajak kita semua untuk berhenti memaki kegelapan dan mulai menyalakan lilin,&#8221; katanya. Pada akhir sambutannya, Sukotjo Hadi membacakan sebuah pantun: &#8220;pergi ke Buaran di sisi Bekasi, buah durian banyak berduri, melalui penyegaran visi dan misi, kita teruskan cita-cita para pendiri&#8221;.</p>
<p>Sambutan Dr Ir Januar Darmawan (mewakili para Pendiri Dharma Wulan) menjadi acara berikutnya, sekaligus membuka resmi kegiatan penyegaran. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan perkenalan dan silaturahmi, pemutaran video Profil Wulan, dan ramah tamah. Berbeda dengan acara hari pertama yang selesai lebih cepat dari yang dijadwalkan, acara pada hari kedua yang diisi dengan dua presentasi, yang ternyata membutuhkan waktu yang panjang. Presentasi pertama, &#8220;Membangun Dharma Wulan sebagai Organisasi Kemasyarakatan yang Besar, Kokoh dan Mandiri&#8221; dibawakan oleh Drs Benny Tedjasendjaja, dipandu oleh Ir H Subagyo H MSc PhD. Sedangkan presentasi kedua &#8220;Kesiapan Organisasi Dharma Wulan untuk Meneruskan Tujuan, Cita-cita Perjuangan, dan Aplikasi Visi-Misi Dharma Wulan yang telah Dirintis oleh Pendiri Dharma Wulan&#8221; dibawakan oleh Drs Titus K Kurniadi, juga dipandu oleh H Subagyo didampingi Ir Ruslim Hertanto.</p>
<p>Benedictus S Tedjasendjaja mengawali presentasinya dengan memaparkan perubahan yang terjadi dengan sangat cepat, baik di bidang demografi dan ekonomi, politik, sosial budaya, teknologi, maupun lingkungan. Setelah itu, dia masuk ke dalam pembahasan tentang pengembangan organisasi, dengan menunjukkan jumlah penduduk berusia 50 tahun ke atas di Indonesia saat ini, status sosial ekonominya, kondisi keanggotaan Dharma Wulan dan pertanyaan bagaimana ke depannya.</p>
<p>Dalam hal keanggotaan, Benny menekankan perlunya pemahaman visi-misi Dharma Wulan, bagi anggota, pengurus dan bahkan calon anggota. Data keanggotaan dinilainya harus dibenahi, perlunya sekretariat tetap di Jakarta yang dijalankan oleh para professional, serta pentingnya iuran anggota. Lebih dari itu, dia juga membahas soal organisasi dan kepengurusan, badan pengurus, persyaratan untuk kctua umum dan ketua distrik, konggres, mosi, hak suara, panitia dan pengawas kongres. Seluruh uraiannya adalah berdasarkan pada pengalamannya yang luas mengenai pengembangan organisasi kemasyarakatan.</p>
<p>Usai presentasi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Pak Benny yang acap memakai Lions Club sebagai contoh, mendapat sejumlah pertanyaan atau tanggapan. Namun, dalam diskusi dijelaskan, antara lain oleh ibu Januar, bahwa sesungguhnya acuan Dharma Wulan adalah AARP (American Association Retired Person), suatu organisasi warga usia lanjut di Amerika Serikat yang anggotanya mencapai puluhan juta orang. Ada jugayang bertanya mengenai perwakilan atau hak suara dalam kongres (di Dharma Wulan: Musyawarah Nasional), yang buntutnya menemukan fakta bahwa terjadi kesalahan waktu pembuatan AD-ART, yang dengan sendirinya kelak perlu dibahas dalam Musyawarah Nasional.</p>
<p>Sedangkan pada presentasi kedua, Drs Titus K. Kurniadi mengawalinya dengan menunjukkan pertumbuhan penduduk dunia, yang pada 31 Oktober lalu berjumlah 7 milyar, termasuk penduduk yang berusia di atas 60 tahun ke atas, yang akan terus meningkal dari tahun ke tahun. Kemudian dia membahas hal-hal yang sifatnya nasional berkaitan dengan warga usia lanjut, tentang peran negara dalam kesejahteraan lanjut usia, sistem jaminan sosial nasional, dan peran kementerian sosial RI.</p>
<p>Setelah sidang ditunda sekitar dua jam untuk istirahat, makan siang dan shalat Jumat, selanjutnya Pak Titus membeberkan secara historis berdirinya Dharma Wulan, di mana dia terlibat langsung sejak munculnya ide atau gagasan perlunya pendirian organisasi, pemilihan nama untuk orang lanjut usia, upaya pencarian badan hukum, hingga terbentuk dan berdiri Yayasan Dharma Wulan yang mendirikan Paguyuban Dharma Wulan, diperkenalkan kepada masyarakat luas, kegiatan-kegiatan awal dan pembentukan cabang-cabang PDW, dan seterusnya. Lebih dari itu, dijelaskan pula tentang Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI), yang kini masih di bawah pimpinannya.</p>
<p>Sebelum mengakhiri presentasinya dengan memaparkan tolok ukur keberhasilan perjuangan organisasi, dia mengajak melakukan hal-hal berikut: Mari menjadi lebih sehat, menjadi lebih aktif, menjadi lebih produktif, menjadi lebih sejahtera, menjadi lebih mandiri, menjadikan keluarga yang lebih harmonis, menjadi lebih terhormat, dan menjadi lebih bermakna.</p>
<p>Presentasi yang kedua ini memang memerlukan waktu yang panjang, karena persoalan yang diungkapkan sangat penting, dan luas. Namun para peserta yang mengikuti presentasi ternyata tidak ada yang mengantuk, bahkan tampak lebih bersemangat, karena cara penyajian yang menarik, tidak membosankan, dan sangat gamblang.</p>
<p>Usai presentasi kedua ini juga diadakan tanya jawab. Tetapi pertanyaan-pertanyaan yang muncul lebih berupa persoalan yang selama ini ada di Dharma Wulan, seperti keanggotaan seumur hidup dan sasaran dalam merekrut anggota baru. Pentingnya iuran ditekankan dalam session ini, karena organisasi juga harus mandiri dengan biaya dari iuran anggota dan usaha-usaha pengumpulan dana yang dilakukan organisasi. Disinggung pula bahwa pernah ada kebijaksanaan untuk menerima anggota yang bebas dari iuran keanggotaan, yang jumlahnya 10% dari seluruh anggota yang membayar iuran, dan mereka itu diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti untuk Dharma Wulan.</p>
<p>Setelah istirahat sekitar 30 menit, acara dilanjutkan dengan diskusi yang mengambil dua topik. Pertama, cita-cita pendiri dan pelaksanaan visi-misi Dharma Wulan. Kedua, Masa depan Dharma Wulan. Diskusi ini dipimpin oleh tim moderator yang terdiri dari Ir Ruslim Hertanto, Ir Lanny Socwandi MBA, dan Ir H Subagyo H MSe, PhD,. Pada kesempatan ini masing-masing cabang yang hadir juga diminta untuk berbicara atau memberikan tanggapan.Pada akhirnya, setelah para peserta diberi kesempatan beristirahat dan makan malam, Panitia Penyegaran Visi-Misi Dharma Wulan membuat kesimpulan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kegiatan Penyegaran Visi-Misi Dharma Wulan adalah langkah untuk menyegarkan kembali nilai dasar, tujuan dan visi-misi yang telah dirintis oleh para pendiri. Langkah <em>back to basic</em> ini dipandang perlu agar Penerus Dharma Wulan memiliki pegangan dan landasan yang kokoh terhadap setiap langkah dalam perjalanan Dharma Wulan sehingga dapat mengantisipasi dinamika perkembangan organisasi secara bijaksana dengan selalu berusaha mengedepankan semangat kebersamaan.</li>
<li>Keseluruhan materi penyegaran yang telah dirancang dengan cermat, dimulai dari silaturahmi dengan para Pendiri, ceramah dan diskusi intensif, dinilai telah berhasil memberikan pembekalan secara luas dan menyeluruh tentang nilai dasar dan hakekat jatidiri Dharma Wulan. Di samping itu sekaligus berhasil menyampaikan gambaran dan analisis tentang berbagai permasalahan masa depan yang dihadapi, termasuk upaya konkret dalam rangka menjaga dan melanjutkaneksistensi Dharma Wulan.</li>
<li>Dalam kegiatan penyegaran ini terbukti bahwa Penerus Dharma Wulan memiliki wawasan dan komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas, serta kemampuan dan keberanian untuk menganalisis masalah substansial Dharma Wulan secara professional. Ini semua adalah suatu hal yang membanggakan dan pada kesempatan lain, forum seperti ini perlu diaktifkan untuk membahas berbagai ketentuan dasar sebagai landasan organisasi Dhanna Wulan.</li>
<li>Penyegaran visi-misi ini pada hakekatnya merupakan sarana bagi Dharma Wulan untuk menentukan posisi yang tepat, arah yang benar dan bentuk organisasi yang sesuai dalam rangka merealisasikan cita-cita besar Dharma Wulan. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kerja keras, terbentuknya organisasi modern yang kuat dan dikelola secara professional, serta didukung semangat dan dedikasi tinggi dari seluruh anggota dan pengurus Dharma Wulan.</li>
<li>Penerus Dharma Wulan telah berketetapan hati dan siap untuk melanjutkan estafet pengabdian Dhanna Wulan dalam rangka melaksanakan tujuan dan cita-cita luhur para pendiri, yaitu pcmbinaan warga usia lanjut di Indonesia yang lebih mandiri, terhormat dan bermakna.</li>
</ol>
<p>Acara akhirnya ditutup secara resmi oleh Dr Januar Darmawan, dilanjutkan dengan penyerahan piagam kepada seluruh peserta penyegaran, dan foto-foto bersama.</p>
<p>Malam itu, tanggal 4 November 2011, sebenarnya hendak diakhiri dengan bergembira bersama, berkaraoke dan berdansa. Namun, agaknya para peserta banyak yang merasa capek, dan tampak kurang bersemangat. Sepertinya, acara presentasi dan diskusi lebih menggembirakan meskipun sangat menguras tenaga dan perhatian.</p>
<p>Akhirnya, menyimak kegiatan Penyegaran Visi-Misi Dharma Wulan, sesungguhnya sangat dirasakan perlunya mengadakan acara serupa dalam kurun waktu tertentu, secara periodik. Barangkali di dalam Musyawarah Nasional Paguyuban Dharma Wulan, acara tersebut mestinya mendapat tempat dan waktu yang memadai. Sebab, bagaimanapun kacang tidak boleh lupa pada kulitnya, sejarah masa lalu harus selalu diingat karena dari sanalah semuanya bermula. Sejarah masa lalu juga menyimpan cita-cita, sebagaimana proklamasi kemerdekaan, dan perjalanan generasi yang muda seharusnya terus memperjuangkan agar cita-cita itu dapat dicapai.* Karena cita-cita itu masih tetap relevan untuk masa kini dan masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dharmawulan.or.id/2012/02/back-to-basic-meneruskan-cita-cita-luhur-pendiri-dharma-wulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

